Minggu, 15 April 2012

26 Tahun KAHITNA. Cerita soulmateKAHITNA 4 : Menikah Karena KAHITNA

"Mulai dari hanya sekedar ngobrol sampai akhirnya sering berbuka puasa bersama Senin – Kamis. Itulah sepenggal kisah yang mengisi jalan panjang cerita kami, cerita yang bermula dari Disc Tarra kota Malang. Cerita yang semoga akan terus berlanjut, abadi tanpa pernah berakhir sampai takdir Allah memisahkan kami kelak"

Dokter adalah pekerjaan sampinganku saat ini. (Gila !!. Dokter aja dianggap sampingan, trus apa dong pekerjaan utamanya ?!). Sebagai seorang wanita, Ibu sekaligus istri adalah pekerjaan utamaku karena aku ingin berusaha menjalani kodratku sebaik mungkin (bukan sesempurna mungkin). Bagiku setinggi apapun manusia terbang, jangan terlalu tinggi apalagi menghadap ke atas terus menerus. Tetaplah melihat ke bawah, sesekali menunduk. Jika tidak, manusia akan “hilang” dalam terbang tingginya, merasa hebat padahal lemah, merasa benar padahal salah, merasa tahu jalan padahal tersesat (cielahh..bahasanya..^^).


Aku seorang soulmateKAHITNA, dulu nggak ngerti namanya, tapi ada KAHITNA Fans Club. Aku suka KAHITNA sejak kelas 5 SD, waktu itu sekitar tahun 1994, jaman KAHITNA album Cerita Cinta. Saking ngefansnya sama KAHITNA aku sampai sering bolos sekolah terutama semasa SMP - SMA (bolos aja bangga..dicantumkan pula, ckckck). 


Lucu juga kalau mengingat masa-masa itu, masa-masa masih muda dan lugu..^.^. Suatu ketika tahun 1996 KAHITNA tampil di Malang, aku datang dari kota kelahiranku yang berjarak 3 jam dari Malang dan meninggalkan persiapan ujian sekolah. Hebat kan ??. ^.^ (Jangan ditiru ya!!). Di Malang aku “menyatroni” hotel tempat KAHITNA menginap, Hotel Graha. Dan senangnya akhirnya bertemu dengan KAHITNA. Di situ aku duduk semeja dengan Yovie Widianto, semuanya masih kuingat. Bukan hanya dengan mas Yovie, tapi juga dengan yang lain. Ada manajernya juga. Seneng banget karena boleh bebas mengambil foto. KAHITNA pun nggak keberatan. 
 aku bersama idola, anak pertamaku memanggilnya "Om Yo" ^^. Semua terjadi di Malang


Semenjak saat itu aku tambah suka dengan KAHITNA. Lalu mulai mengirim surat buat idolaku itu. Tak bertepuk sebelah tangan dong, suratku dibalas !!!. Meski yang menulis balasannya bukan KAHITNA, tapi Mang Anwar.


Juga ada satu cerita, bukan waktu gerimis hujan, tapi sebuah kenyataan. Dan itu terus saja membuatku nyengir sendiri kalau mengingatnya. Cerita yang demi apapun tak akan terlupa. Kisah yang terjadi 5 tahun lalu. Saat itu aku telah melanjutkan kuliah di kota Malang, di sebuah perguruan tinggi swasta ternama, sebut saja UMM (memang bener UMM sih >.<’’).


Hari itu 13 Maret 2006, adalah perkenalan pertamaku dengan seorang laki-laki yang namanya lucu karena terdengar lebih pantes untuk nama seorang wanita, he-he-he. Pertemuan terjadi di tengah upayaku untuk melupakan seorang laki-laki lain yang lebih dulu ada. Seseorang yang telah mengecewakanku, menyakiti hatiku hingga buat diriku susah lupa.  Itu yang kupikirkan saat itu, bahwa akan butuh waktu lama untuk mencuci semua rasa trauma yang tertinggal. 


Tapi ternyata tidak. Semenjak bertemu dengan laki-laki bernama lucu itu, aku seperti menemukan lagi kepercayaan diri. Dia memperkenalkanku dengan banyak hal-hal baru. Dan tanpa sadar akupun belajar banyak dari dirinya. Lalu yang lama ?. Ah itu cuma (cinta) MONYET !!!.


Dan belakangan aku juga sadar lagi kalau saat itu juga bertepatan dengan keluarnya album baru KAHITNA.

Hari demi hari, aku dan dia semakin sering bertemu. Mulai dari sekedar ngobrol asal-asalan, sampai beberapa kali berbuka puasa bersama setiap Senin dan Kamis. Sesekali ia juga menjemputku pulang satu mobil.

“Semenjak ada dirimu dunia terasa indahnya,
Semenjak kau ada di sini, ku mampu melupakannya..”

Lagu itu jadi soundtrack yang menggambarkan bagaimana hari-hari baruku terjalin bersamanya. Indah. Kalau nggak keliru tahun-tahun itu lagu Andity memang baru keluar. Jadi passsss banget !!.

Hari demi hari berlalu dan kami semakin dekat, namun belum ada janji terucap, tak ada ikatan apa-apa, meski rasa itu telah ada. Setidaknya dari sisi aku, dari sisinya ?. Siapa yang tahu ??.
Hingga suatu hari sebuah kejadian unik, nyata dan sungguh tak direncanakan, terjadi. Sore itu 20 Maret 2006, aku dan dia jalan bersama. Setelah basa-basi, saling malu dan jaga gengsi, langkah ayunan kaki mengantar kami ke toko kaset Disc Tarra Malang. 


Karena memang tak direncanakan sebelumnya. kami pun masuk dan berjalan sendiri-sendiri mencari apa yang kami ingin. Waktu itu aku belum tahu selera musiknya. Dia pun demikian. Tapi di sinilah Tuhan akhirnya “campur tangan” lagi. Campur tanganNya itu akhirnya menjadi pengikat hati kami. Entah tangan siapa duluan yang lancang maju, entah aku atau dia yang memulai, tanganku dan dan tangannya tiba-tiba “berbenturan” di sebuah benda yang sama. Aku ingin meraihnya, begitupun tangannya, ingin mengambilnya. Sejenak saling pandang, tak ada malu tapi kaget. Karena tangan-tangan secara kebetulan ternyata berebut sebuah keping CD yang terbungkus cantik bersampul warna biru. Album KAHITNA – Soulmate !!!. 


Oh Tuhan. Itulah saat di mana kami akhirnya saling tahu kalau ternyata kami berdua menyenangi band yang sama, KAHITNA. Rasanya senang lahir batin, jiwa raga deh pokoknya !!. Sudah lama mendamba mempunyai kekasih yang “sealiran”, dan sore itu aku menemukannya !!!. Di Disc Tarra Malang, KAHITNA menyatukan hati kami.

23 Maret 2006, janji itu terucap. Aku dan dia jadian. Ups, tapi jangan ditanya siapa duluan yang mulai ya...^^. Pokoknya kami dicomblangin oleh album KAHITNA – Soulmate. Dan sejak itu kami pun kompak menjadikan satu lagu yang sama sebagai ringtone di HP. Lagu yang ada di album hasil “rebutan” di toko kaset itu, hehe.


“Takkan pernah ku mencari cinta selain dari kekasihku..selalu ku miliki, hasrat tetap untuk jadi kekasihmu..”


1 Juli 2007. Di bawah dentingan Tak Sebebas Merpati dan Menikahimu, dia mempersuntingku. Dan aku menerimanya tanpa sisa cinta yang lain. Kamipun mengikat janji abadi, menikah. Cinta yang sudah kubuang jauh karena kini aku menemukan cinta yang sesungguhnya dari seorang laki-laki yang menjadikanku wanita sebagaimana mestinya aku menjalani peranku.


Kini sepulang bekerja aku selalu memilih ditemani KAHITNA di dalam mobil. Bahkan kalau lagi suntuk di rumah sakit, KAHITNA menjadi obat sekaligus pelarian ampuhku. Aku bahkan punya khayalan indah mengembangkan model pengobatan baru yang menggabungkan terapi obat dengan terapi lagu-lagu KAHITNA..^.^b. Ibaratnya obat untuk menyembuhkan ragawi sementara lagu-lagu KAHITNA adalah obat untuk jiwa. Kalau keduanya berhasil diobati, manusia akan lebih kebal dari penyakit apapun, iya kan ??. Tapi itu nanti, posisiku sebagai dokter junior di rumah sakit membuatku masih dalam “masa pengawasan” para senior. Bertingkah macam-macam sedikit saja siap-siap remuk redam. Aku juga takut dianggap “sesat” kalau memaksakan model pengobatan seperti itu saat ini..^_^”. Apalagi saat ini di Indonesia lagi ramai-ramai orang menjustifikasi kalau ada sesuatu yang “beda” dari yang lain langsung dianggap sesat dan menyesatkan. Padahal benar atau tidaknya, manusia tak punya kemampuan dan hak untuk menilai melebihi apa yang Tuhan tahu mengenai benar atau tidaknya sesuatu. Apa yang kita tahu belum tentu benar kan ?. Karena apa yang tidak kita tahu adalah yang Tuhan ketahui. (Ckck entah apa..rancu pula sih, nggak nyambung !!).


Puluhan tahun waktu terlewati. Kini aku telah jadi seorang ibu untuk dua malaikat kecil bernama ZAHRA FAJRIYYAH ASHHA (Asa) dan ZAHRA LAYYINA SHAFWA (Ara). Merekalah dua gadis cantik yang kini menjadi benang pengikat hati kami. Juga memenuhi ruang yang tercipta di antara aku dan dia. KAHITNA ??. Oh, nama itu tetap ada di hati. Selamanya. 
  


(Aku sebenarnya malu menceritakan ini, tapi aku pikir  ini bisa cerita abadi bukan hanya buat kami, tapi juga buat siapapun yang menghargai sebuah pertemuan sebagai awal dari kisah cinta. Kepada adik pemilik blog ini, aku menceritakan secara langsung, juga lewat email maupun sms, dengan judul “KAHITNA Biro Jodohku”, tapi nggak tahu jadinya seperti apa. Semoga dia bisa membantu cerita ini sampai ke orang lain juga..he-he-he...Nurul Aini – soulmateKAHITNA Jatim)

<---bersama mba Dewayani di Hotel GrandHyatt Jogja

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar