Senin, 30 April 2012

Kalimat-Kalimat Manis Lagu KAHITNA


KAHITNA, grup band idola saya dan juga kesayangan seluruh masyarakat Indonesia memang dikenal sebagai penembang lagu-lagu cinta terbaik di negeri ini. Saking terkenalnya orang bahkan sering meminjam judul lagu-lagu KAHITNA untuk menggambarkan kisah cinta mereka yang panjang dan kadang rumit. Daripada harus bertele-tele dan bercerita panjang lebar tentang cinta segitiga yang berakhir parah, orang lebih suka menggunakan istilah “Aku Dirimu Dirinya”. Atau daripada menceritakan dan mengungkit lagi luka karna cinta bertepuk sebelah tangan, orang lebih suka menyebutnya dengan “Cinta Sendiri”. Dan untuk menggambarkan jatuh cinta di saat yang tidak tepat, KAHITNA meminjamkan lagunya yang berjudul “Tentang Diriku” atau “Soulmate”.

Kekuatan lagu-lagu KAHITNA bukan hanya terletak pada aransemen musik dan vokal nya yang rapi, melainkan pada pemilihan kata dan penyusunannya dalam bentuk syair yang PAS. Syair KAHITNA memang sering sangat puitis namun realistis. Sebaliknya beberapa lagu diisi kalimat yang biasa saja namun efeknya jadi luar biasa setelah dilagukan.

Semua syair itu akhirnya menjadi kalimat sakti. Kalimat yang penuh makna. Standarnya mungkin berbeda tiap orang, tergantung selera. Namun saya menyenangi beberapa kalimat dan penggalan syair dalam lagu-lagu KAHITNA.

Saya menyukai kalimat-kalimat berikut dari lagu-lagu KAHITNA :

“Mendua aku tak mampu, mengikat cinta bersama denganmu, maaf jika kau terluka..” (Tak Mampu Mendua/bagian Carlo Saba)

“Dia untukmu adanya tak akan aku sesali, cinta takkan salah..hu hu hu hu hu huuu” (Aku Dirimu Dirinya)

“Dia atau daku kasih dapatkan cintamu, takkan ku ingkari kenyataan yang ada..” (Merenda Kasih)

“Aku masih punya hati, kau pasti tahu itu...” (Aku Punya Hati)

“Senja meresahkan diriku, seakan kau menepis cintaku, tiada ku memaksa namun tiada alasanmu untuk ragu akan hasrat dan cintaku..”  (Mentariku)

“Biar aku menepi bukan lelah menanti, namun apalah artinya cinta pada bayangan” (Cinta Sendiri)

“Di sini terjaga tuk menantimu rebahkan cintaku, mengapa selalu kau sembunyikan wajah cantik itu..” (Bila Saya)

“Ketika engkau datang, mengapa di saat ku tak mungkin menggapaimu” (Soulmate)

“Ku kayuh sepeda kumbangku, ku berkhayal andai dapat mengantarkanku sampai ke rumahmu..Seandainya Aku Bisa Terbang kan ku jelang engkau kekasih..Seandainya..” (Seandainya Aku Bisa Terbang)

“Masihkah ada diriku sekedar di mimpimu” (Masihkah Ada Diriku)

“Indah rambutmu mengurai kata cinta, tiada indah dunia tanpa kehadiranmu..” (Sampai Nanti)

“Tiada lagi tiada lagi yang ganggu kita, ini kesungguhan, sungguh aku sayang kamu..” (Cantik)

“Pandanglah bintang berpijar kau tak pernah tersembunyi, di mana engkau berada di sana cintaku..” (Untukku)

“Sayang, walau bulan tak bercahaya, cintaku selalu dalam jiwa di lubuk hati terdalam” (Setahun Kemarin)

“Lalu kau bertanya kapan kita bagai mereka, terbang lepas bebas..lepas bebas ke ujung dunia..” (Tak Sebebas Merpati)

“Bilakah dia tahu apa yang tlah terjadi, semenjak hari itu hati ini miliknya..” (Andai Dia Tahu)

“Diriku oh mengapa langkahku menjadi salah tingkah, ketika ku lihat si dia tersenyum tersipu padaku..” (Adakah Dia)

“Menikah denganmu menetapkan jiwa, bertahtakan kesetiaan cinta selamanya..” (Menikahimu)

“Sesungguhnya aku kangen kamu, di mana dirimu..” (Nggak Ngerti)

“Sedetik kutarik nafasku pejam mata pilih pilah pikir-pikir kata cinta, tutup kedua daun kupingku..” (Permaisuriku)

“Pernah kucoba menyisihkan namun hati tak rela tuk akui, kenyataan yang ada kasih kau tak mungkin ada DI SINI..” (Cinta Sudah Lewat)

“Hanyalah dirimu mampu membuatku jatuh dan mencinta, kau bukan hanya sekedar indah, kau tak akan terganti..” (Takkan Terganti)

“Kalau ada satu kesempatan kan ku jadikan kau kekasihku..kalau ada..” (Lebih Dari Sekedar Cantik)

“Seandainya engkau tahu takkan ada cinta lagi yang sanggup mengganti dirimu, aku takkan ragu, takkan ragu tuk menikah sejak awal cerita cinta..” (Suami Terbaik)

‘Biar cinta bergelora di dada, biar cinta memadukan kita, huo huo huo..”
(Cerita Cinta)

Itulah kalimat-kalimat favorit saya dari lagu-lagu KAHITNA. Kalau teman-teman punya syair favorit sendiri silakan dibagi, saya tunggu di kolom komentar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar