Senin, 03 Februari 2014

Roti Panggang Baik-Baik

Saya bukanlah penikmat roti meski selalu suka jika diberi roti isi pisang atau bika ambon. Oleh karena itu saya pun sering heran pada diri sendiri mengapa membeli roti atau biskuit padahal pengalaman kerap berbicara semua itu sering terbuang dan tak habis sampai akhirnya masa kadaluarsa tiba. Begitupun Sabtu kemarin, seperti lupa ingatan telah membeli sebungkus roti tawar beberapa hari sebelumnya. Masa kadaluarsanya masih agak lama lalu harus saya apakah?.

Sedetik berfikir sayapun membawanya ke dapur. Mungkin karena pada dasarnyasuka bereksperimen dengan dapur maka saya pun mengambil sebungkus mentega, gula halus dan susu coklat. Roti panggang tiba-tiba muncul di pikiran.

Setengah sendok mentega saya lumerkan di atas panci teflon. Setelah mencair sepotong roti saya masukkan. Setengah menit kemudian dibalik dan semenit kemudian saya sudah mengulangi untuk memanggang roti-roti berikutnya. Setiap roti saya panggan dengan setengah sendok mentega. Sambil agak ditekan supaya mentega merata ke semua permukaan roti meski biasanya hanya ujungnya saja yang lebih matang.


Cukup 5 menit untuk memanggang 4 lembar roti tawar. Dengan taburan gula halus (bukan gula pasir) lalu siraman sedikit susu coklat sepiring roti panggang jadi teman saya siang itu meski akhirnya baru saya nikmati sore harinya. Menurut saya enak, ini bentuknya:




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita Populer

BERANDA