Jumat, 24 Juli 2015

Mudik ke Klaten, Menyantap Sate Tanpa Tusuk



Tradisi mudik setiap lebaran tak hanya menjadi momen menjenguk kampung halaman untuk bersilaturahmi bersama keluarga dan kerabat. Namun juga menikmati kuliner khas daerah.


Pada saat mudik ke tempat kelahiran orang tua di Klaten, Jawa Tengah, sayapun tak melewatkan kesempatan untuk singgah di warung sate kambing “Pojok Canan” yang terletak di tepi jalan raya Canan, Kecamatan Wedi. Terakhir kali saya menyantap sate kambing “Pojok Canan” adalah tahun 2012. Itu sebabnya saya tak menunda waktu ketika mengetahui warung ini buka pada hari lebaran kedua yang lalu.

Saya singgah di warung sate “Pojok Canan” sekitar jam 2 siang, sesaat setelah memasuki kota Klaten setelah menempuh perjalanan mudik 7 jam. Lapar yang sudah tak mampu dibendung seolah meminta saya untuk segera memesan seporsi sate kambing yang jadi andalan warung ini selain tongseng kambing.



DI Klaten, menyantap sate kambing sudah menjadi kebiasaan warganya. Dari siang hingga malam banyak penjual sate dan tongseng kambing yang berserakan di pinggir jalan. Sebaliknya, sangat susah menemukan penjual sate ayam di Klaten.

Sate kambing di Klaten tidak dijual per tusuk, melainkan per piring karena sate di tempat ini tidak disajikan dengan tusukan. Daging yang telah dibakar dilepas dari tusukannya lalu dihidangkan bersama potongan aneka sayuran segar dan bumbu kecap mantap.

5 komentar:

  1. Di Jogja juga gt Bro. Tusuknya biasanya besi ruji sepeda.

    BalasHapus
  2. Sip jadi pengen nyoba kalo nanti mudik :)

    BalasHapus
  3. Sip jadi pengen nyoba kalo nanti mudik :)

    BalasHapus
  4. Waduuh...mo nyobain tp kok ng Wedi?

    BalasHapus
  5. Enak banget kak Makanannya, pengen coba lagi kak.
    tapi jauh harus kebandung lagi kak

    BalasHapus

Cerita Populer

BERANDA