Minggu, 24 April 2016

Tarsim dan Sepenggal Kisah Hidupnya di Atas Kapal




Pak Tarsim adalah seorang awak kapal. Tapi bukan di kapal barang atau kapal penumpang ia bertugas. Melainkan di kapal survey PT. Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) yang bernama Tenggara Explorer. 

Di Tenggara Explorer ia adalah awak senior. Bukan semata-mata usia yang jadi patokannya, melainkan lama dia bertugas di kapal PTNNT. Ia sudah hidup dengan kapal Newmont sejak 1997. Sebagai perbandingan nahkoda Tenggara Explorer saat ini baru bertugas kurang dari 6 bulan.

Pada saat pembangunan tambang Batu Hijau dimulai, Pak Tarsim bertugas di kapal yang membawa pekerja konstruksi dari Lombok ke Sumbawa Barat. “Saat itu sehari saya bolak-balik bawa 600 pekerja”, katanya mengenang masa awal bekerja melayani kebutuhan PTNNT. Saat ini di Tenggara Explorer ia bertugas sebagai operator sling untuk menurunkan dan menaikkan Rosette sampler dan alat survey lainnya.

Menjadi awak kapal survey membuatnya merasakan berbagai pengalaman. Bekerja dengan shift 30-10 mengharuskannya bertugas sepanjang 30 hari sebelum libur selama 10 hari. Meskipun demikian, setiap hari ia tetap bisa pulang  ke rumahnya di Labuan Lalar yang tak terlalu jauh dari lokasi Tenggara Explorer bersandar. 

Ia dan Tenggara Explorer juga harus siap  melakukan tugas darurat  selain survey. “Belum lama ini kami diminta mengevakuasi jenazah orang yang tenggelam saat memancing”, kata ayah dua putri ini sambil menunjuk arah tempat penemuan jenazah yang dimaksud.


Selama menjalani misi bersama PTNNT, ia dan rekan-rekannya memiliki cara mengisi waktu perjalanan yang berjam-jam. Memancing sambil menikmati segelas kopi menjadi hiburan selama di atas kapal. Ikan segar hasil pancingan bisa dinikmati dan dibawa pulang.

Agar tidak bosan atau jenuh, para awak kapal dan tim PTNNT juga sering bercanda menertawakan berbagai hal. Sekian lama bertugas menenami tim PTNNT, keakraban memang telah terjalin di antara mereka. Pak Tarsim dan awak kapal bahkan sudah hafal  persiapan yang dilakukan oleh Tim PTNNT saat akan melakukan survey. Pria asal Subang ini pun sering membantu menyiapkan peralatan survey seperti rosette sampler.


Misi 5 jam bersama Tenggara Explorer akhirnya selesai.Jelang pukul 1 siang, Tenggara Explorer telah menepi kembali ke dermaga. Sebelum berpisah Pak Tarsim memberi tahu bahwa perjalanan ini adalah bagian dari akhir tugas Tenggara Explorer. Pria asal Subang ini menuturkan dalam waktu dekat ia akan berlayar mengambil kapal terbaru pengganti Tenggara Explorer. Kegiatan survey PTNNT berikutnya akan dilakukan dengan kapal baru bernama Tenggara Ranger.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita Populer

BERANDA